Arsip Bulanan: Oktober 2016

Sejarah Perkembangan Pensil



Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni (Contohnya Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak). Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
Ilustrasi Tips Mengenali Pensil Yang Berkualitas Baik
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang. Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil. Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan. Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte. Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer. Referensi: id.wikipedia.org

Sejarah Perkembangan Pensil



Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni (Contohnya Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak). Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
Ilustrasi Tips Mengenali Pensil Yang Berkualitas Baik
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang. Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil. Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan. Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte. Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer. Referensi: id.wikipedia.org

Sejarah Perkembangan Pensil



Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni (Contohnya Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak). Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
Ilustrasi Tips Mengenali Pensil Yang Berkualitas Baik
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang. Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil. Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan. Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte. Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer. Referensi: id.wikipedia.org

Mengenali Jenis Pensil Di Era Modern



Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni (Contohnya Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak). Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
Ilustrasi Tips Mengenali Pensil Yang Berkualitas Baik
Kemajuan teknologi material dan manufaktur membuat banyak jenis pensil yang bisa ditemui di pasar sesuai kegunaan masing-masing. Di antaranya adalah:
  • Pensil timah
  • Pensil grafit murni
  • Pensil mekanik
  • Pensil warna
  • Konte
  • Pastel dalam bentuk pensil
  • Dermatograf
Pensil sekarang adalah alat tuilis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna, yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Pensil biasa dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata. Isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut. Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna. Referensi: spectaculis.kepowan.ga - Mengenali Jenis Pensil Di Era Modern

Tips Jitu 2 Jadi Member PTC Yang Sukses



PTC adalah singkatan dari Paid To Click yang dalam bahasa Indonesia dapat berarti Dibayar Untuk Mengeklik. Apa yang harus diklik adalah sejumlah tautan milik pengiklan yang disediakan oleh situs PTC. Yang harus mengeklik tautan tersebut, tentu saja, member yang bergabung pada situs PTC tersebut. Situs PTC sering kali dilabeli situs scam yaitu situs yang menjanjikan sejumlah uang kepada membernya namun uang tersebut tidak dibayarkan pada saat member memintanya. Namun disisi lain, member situs PTC tak kalah bandel dengan cara membuat akun sebanyak mungkin dengan menggunakan beragam nama pengguna. Terlepas dari kekurangan situs PTC dan membernya dengan menjadi member situs PTC berarti menambah kesempatan untuk meraih sejumlah uang dengan cara yang mudah namun sesuai dengan aturan yang berlaku. Ilustrasi 5 Tips Sukses Ikut PTC Berikut ini adalah tips sukses menjadi member PTC, yaitu:
  1. Mengakses Setiap Hari.Member harus mau mengakses situs PTC yang diikutinya setiap hari agar bisa menambah komisinya. Ada beberapa situs PTC yang secara otomatis memberitahukan membernya bila ada iklan terbaru atau hanya sekedar mengingatkan untuk tetap aktif.
  2. Sabar Menunggu. Setelah mengakses situs tentunya member harus mengeklik tautan iklan yang telah disediakan oleh situs PTC yang diikuti. Jumlah tautan iklan mungkin tidak akan sama setiap kali member telah mengakses situs PTC karena tergantung juga oleh pengiklan yang menggunakan jasa situs PTC tersebut. Jadi, jangan kecewa jika hari ini Anda mendapatkan banyak tautan iklan tapi dilain waktu hanya sedikit.
  3. Menyebar Tautan Referral. Salah satu keuntungan lain yang disediakan oleh situs PTC adalah sistem referral yang dapat membantu member untuk menambah jumlah saldonya. Pada umumnya situs PTC mendukung membernya untuk menambah referral dengan cara menyediakan tautan referral yang dapat disebarkan. Penyebaran tautan referral dapat dilakukan dengan beragam cara misalnya menyebarkannya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Google Plus serta lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan membuat blog yang kontennya berisi ajakan untuk bergabung ke situs PTC dimana member tersebut terdaftar.
  4. Merubah Jenis Keanggotaan. Keanggotan pada situs PTC sangat menentukan besaran komisi yang bisa diperoleh member. Keanggotaan Berbayar tentunya akan lebih menguntungkan bagi member dibandingkan dengan Keanggotan Gratis dimana banyak fasilitas yang akan didapatkan seperti jumlah tautan iklan serta prioritas pencairan komisi dan dukungan teknis lainnya.
  5. Membeli Referral. Selain merubah jenis keanggotan, alternatif lain untuk lebih cepat menambah komisi adalah dengan cara membeli referral. Kekurangan dari cara ini adalah apabila referral yang telah dibeli tidak aktif maka saldo komisi pun tidak bertambah. Oleh karena itu, perlu juga untuk mendukung referral jenis tersebut untuk bisa lebih aktif.
Semoga bermanfaat! Referensi: kabarwan.dipopedia.com - Tips Jitu Jadi Member PTC Yang Sukses

Tips Jitu 2 Jadi Member PTC Yang Sukses



PTC adalah singkatan dari Paid To Click yang dalam bahasa Indonesia dapat berarti Dibayar Untuk Mengeklik. Apa yang harus diklik adalah sejumlah tautan milik pengiklan yang disediakan oleh situs PTC. Yang harus mengeklik tautan tersebut, tentu saja, member yang bergabung pada situs PTC tersebut. Situs PTC sering kali dilabeli situs scam yaitu situs yang menjanjikan sejumlah uang kepada membernya namun uang tersebut tidak dibayarkan pada saat member memintanya. Namun disisi lain, member situs PTC tak kalah bandel dengan cara membuat akun sebanyak mungkin dengan menggunakan beragam nama pengguna. Terlepas dari kekurangan situs PTC dan membernya dengan menjadi member situs PTC berarti menambah kesempatan untuk meraih sejumlah uang dengan cara yang mudah namun sesuai dengan aturan yang berlaku. Ilustrasi 5 Tips Sukses Ikut PTC Berikut ini adalah tips sukses menjadi member PTC, yaitu:
  1. Mengakses Setiap Hari.Member harus mau mengakses situs PTC yang diikutinya setiap hari agar bisa menambah komisinya. Ada beberapa situs PTC yang secara otomatis memberitahukan membernya bila ada iklan terbaru atau hanya sekedar mengingatkan untuk tetap aktif.
  2. Sabar Menunggu. Setelah mengakses situs tentunya member harus mengeklik tautan iklan yang telah disediakan oleh situs PTC yang diikuti. Jumlah tautan iklan mungkin tidak akan sama setiap kali member telah mengakses situs PTC karena tergantung juga oleh pengiklan yang menggunakan jasa situs PTC tersebut. Jadi, jangan kecewa jika hari ini Anda mendapatkan banyak tautan iklan tapi dilain waktu hanya sedikit.
  3. Menyebar Tautan Referral. Salah satu keuntungan lain yang disediakan oleh situs PTC adalah sistem referral yang dapat membantu member untuk menambah jumlah saldonya. Pada umumnya situs PTC mendukung membernya untuk menambah referral dengan cara menyediakan tautan referral yang dapat disebarkan. Penyebaran tautan referral dapat dilakukan dengan beragam cara misalnya menyebarkannya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Google Plus serta lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan membuat blog yang kontennya berisi ajakan untuk bergabung ke situs PTC dimana member tersebut terdaftar.
  4. Merubah Jenis Keanggotaan. Keanggotan pada situs PTC sangat menentukan besaran komisi yang bisa diperoleh member. Keanggotaan Berbayar tentunya akan lebih menguntungkan bagi member dibandingkan dengan Keanggotan Gratis dimana banyak fasilitas yang akan didapatkan seperti jumlah tautan iklan serta prioritas pencairan komisi dan dukungan teknis lainnya.
  5. Membeli Referral. Selain merubah jenis keanggotan, alternatif lain untuk lebih cepat menambah komisi adalah dengan cara membeli referral. Kekurangan dari cara ini adalah apabila referral yang telah dibeli tidak aktif maka saldo komisi pun tidak bertambah. Oleh karena itu, perlu juga untuk mendukung referral jenis tersebut untuk bisa lebih aktif.
Semoga bermanfaat! Referensi: kabarwan.dipopedia.com - Tips Jitu Jadi Member PTC Yang Sukses